_DSC1820

Sebanyak 24 lulusan Sekolah Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) melewati commencement angkatan pertama Puskamnas pada Kamis (01/09/16). Para peserta berasal dari bermacam latar belakang  seperti dari unsur kepolisian, akademisi, praktisi, maupun para ahli yang dilaksanakan di Auditorium Ubhara Jaya kampus II Bekasi.

Commencement National Security Studies Program juga dimeriahkan dengan acara bedah buku “Intercourse with Tragedy” karya Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, Ph.D. Acara yang berjalan dengan semarak ini menghadirkan tamu penting seperti mantan menteri keuangan Fuad Bawazier Ph.D dan komisioner KPU Hasyim Asy’ari. Beberapa pejabat dari Kepolisian, LSM, Akademisi, perwakilan kedutaan negara sahabat juga turut hadir.

Prof. Kikiek, demikian beliau biasa disapa memaparkan mengenai latar belakang terselenggaranya acara bedah buku dengan harapan akan menemukan solusi dari banyaknya permasalahan negara terutama dalam bidang keamanan nasional.”Jika kita tidak mampu mengelola yang kecil mana mungkin mendapatkan yang besar,” tuturnya mengandaikan.

Lebih lanjut Prof Kikiek menjelaskan, Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Ubhara Jaya, muncul dalam konteks konfigurasi politik nasional dan politik internasional yang berubah. Salah satu dimensi tersebut menyangkut sektor keamanan dan pertahanan negara.

Puskamnas Ubhara Jaya sebagai pusat kajian, melakukan program berbasis riset melalui berbagai kegiatan seperti seminar, workshop, FGD, advokasi, pelatihan dan berbagai kegiatan yang berfokus pada upaya pemahaman dan pendalaman menyangkut isu-isu berbasis keamanan nasional. Salah satu yang telah dilaksanakan oleh puskamnas adalah dengan menyelenggarakan Sekolah Kamnas yang pada angkatan 1 telah berhasil melantik sebanyak 24 orang lulusan.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UBJ Irjen Pol (Purn) Drs. Bambang Karsono, SH.,M.M, menyampaikan “Puskamnas Ubhara Jaya tidak memiliki kepentingan politik apapun selain mengutamakan kebebasan mimbar akademik, karena di sinilah tempatnya untuk melakukan berbagai kajian mengenai keamanan nasional secara universal.  Tentunya tujuan lainnya adalah untuk mewujudkan masyarakat yang berbudaya dalam menyelenggarakan keamanan berdasarkan pancasila dan UUD 45.

Para lulusan Angkatan I sekolah Kamnas mengaku sangat antusias untuk mempelajari lebih lanjut mengenai studi kemananan nasional ini, Sebab itu, tergagaslah sebuah gagasan mendirikan Rumah Kamnas. “Rumah Kamnas didesign untuk jangka lebih panjang pada kajian akademik masa depan. Misinya membentuk SDM berkualitas dan berbudaya, mengkaji merumuskan ketahanan nasional dan internasional untuk kepentingan nasional,” tutup Prof.Kiekiek.