Ubhara Jaya-Senin lalu (17/9), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menghelat Seminar Nasional Keolahragaan dengan Tema “Peranan Universitas Dalam Mendukung Perkembangan Prestasi Olahraga Nasional.”

Pada acara yang berlangsung di di Auditorium Grha Tanoto Kampus II Bekasi,  Ubhara Jaya juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada dua mahasiswa Ubhara Jaya berprestasi yakni Sri Wahyuni, Mahasiswa Fakultas Hukum yang menyabet medali perak angkat besi pada Asian Games 2018, dan MG Supeni Mahasiswa Fakultas Ekonomi sebagai pelatih .

“Selamat atas prestasi yang membanggakan dan sukses menunjukkan jiwa patriotisme dan cinta Tanah Air sehingga  Indonesia  meraih peringkat ke-4 dalam perolehan medali  Asian Games 2018,” ucap Rektor Ubhara jaya Irjen Pol (Purn) Dr. (C) H. Bambang Karsono, S.H.,M.M dalam sambutannya.

Masih dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar nasional yang terselenggara sebagai bentuk respon positif Ubhara Jaya atas pencapaian prestasi Asian Games 2018 baru-baru ini.

Disebutkan Rektor, momentum Asian Games memberikan dampak positif diantaranya; membangkitkan optimisme dalam memacu prestasi olahraga, menumbuhkan kepercayaan diri  dalam bersaing di tingkat Asia maupun dunia serta membangkitkan semangat jiwa patriotisme dan cinta tanah air. “Melalui seminar tersebut, Ubhara Jaya menunjukkan komitmennya untuk turut mengembangkan prestasi olahraga nasional.”

Seminar menghadirkan pembicara ketua umum BAPOMI (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa) DKI Jakarta/Ketua Pengurus Provinsi Sepak Takraw, Prof. Sofyan Hanif, M.Pd, DKI Jakarta dan Prof. Lee Byung Uk, PhD, dari Korea Selatan. Dalam seminar, diungkapkan banyak topik menarik yang dimunculkan. Seperti yang dijelaskan ketua umum BAPOMI, Peran Strategis Universitas untuk Mendukung Prestasi Olahraga Nasional adalah melalui pembinaan atlet mahasiswa, karena banyak atlet yang berprestasi pada Asian Games 2018 kemarin merupakan mahasiswa/mahasiswi. Beliau juga menjelaskan tentang pentingnya Universitas untuk bersinergi bersama stakeholders pembina olahraga. Selanjutnya Prof. Lee Byung Uk, PhD, dari Korea Selatan berbagi pengalaman mengenai pola pembinaan prestasi mahasiswa di korea. Dalam paparanya beliau menjelaskan tentang aturan-aturan Universitas  dalam capaian prestasi olahraga, diantaranya peningkatan fasilitas olahraga yang menunjang, mengikut sertakan mahasiswa dalam aajang kompetisi olahraga, dan pemberian penghargaan dari universitas untuk mahasiswa berprestasi dalam bidang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, Ubhara Jaya juga menambah langkah kerjasamanya dengan pihak eksternal diantaranya Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) serta Pengurus Cabang Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi  seluruh Indonesia Kabupaten Bekasi (Pengcab PABBSI), Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia DKI Jakarta  (Pengprov PJSI) dan Yayasan Masjid At-taubah Harapan Jaya Pondok Pesantren Daruttaubah yang akan menjadi klub dan sekolah binaan PKO (Pendidikan Kepelatihan Olahraga) FIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) Ubhara Jaya, dalam hal pembinaan prestasi olahraga. Kerjasama ditujukan  untuk Mengembangkan Kualitas dan Mutu Pendidikan dan Pengembangan Prestasi Olahraga ditingkat Universitas, Nasional dan Internasional.

Tim Media Ubhara Jaya