Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) melaksanakan Dies Natalis ke-23 dan Wisuda ke-19 di Gedung Grha Tanoto Ubhara Jaya, Kamis (3/10). Dengan total wisudawan sebanyak 892 orang, terdiri atas 148 lulusan Fakultas Hukum, 316 lulusan  Fakultas Ekonomi, 219 lulusan Fakultas teknik, 53 lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi dan 81 lulusan Fakultas Psikologi. Sementara dari jenjang magister, wisudawan terdiri dari 26 lulusan program Magister Manajemen serta 49 lulusan Magister Hukum. Turut hadir juga Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti (YBB) Jenderal Polisi (Purn) Drs. Sutanto dan salah satu dewan pembina YBB Jenderal Polisi (Purn.) Chairudin Ismail yang keduanya merupakan mantan Kapolri.

Dalam Sambutannya, Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Dr. H. Bambang Karsono, Drs., SH., MM menjelaskan tentang sejarah Ubhara Jaya  “Bahwa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, telah menginjak usia Ke-23 tahun. Tepatnya pada tanggal 29 September 1995 yang dikaitkan dengan tanggal bersejarah bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia yakni dilantiknya Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kapolri pertama. Hal ini dikandung maksud Agar nilai-nilai sejarah Polri dapat dikenang oleh sivitas akademika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya khususnya dan masyarakat Pada umumnya. Melengkapi kenangan sejarah bagi Universitas Bahayangkara Jakarta Raya, maka gedung utama perkuliahan yang pertama dibangun pada tahun 2000 di kampus Bekasi diberi nama “Gedung Raden Said Soekanto”. Menurutnya, kegiatan Dies Natalis diselenggarakan sebagai wujud kecintaan terhadap Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, agar terus berkembang menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam memenuhi tuntutan perkembangan jaman yang semakin penuh tantangan. Dies Natalis ini dirangkaikan dengan wisuda sarjana dan magister yang mengambil Tema: ”Dengan Dies natalis ke-23 dan wisuda ke-19 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mempersembahkan lulusan terbaik Yang berbudi luhur serta unggul dan profesional guna mengabdi Kepada Bangsa dan Negara”.

Pada sesi orasi ilmiah, Pengamat Politik dan Keamanan Kusnanto Anggoro., Ph.D menyampaikan orasi ilmiah berjudul Bina Keamanan-Nasional, Antara Nalar dan Seni. Menurutnya Bina keamanan nasional bagi Indonesia adalah bina bangsa (Persatuan Nasional) dalam ruang fisik maupun maya dengan instrumen bina negara wibawa yang dilaksanakan oleh aparatur negara yang profesional, kompeten dan bertangungjawab tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan dari Paduan Suara Bharagita (Ubhara Jaya) dan The Ary Suta Center Gamelan Philharmonic secara bergantian serta Penampilan warga Jepang yang membawakan tari Selat Segara yang merupakan tari tradisional dari Bali dan  Tari Mojang Priangan yang dipersembahkan  UKM Seni Tari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.