Ubharajaya- Komitmen Ubharajaya untuk terus menumbuhkan kultur akademik makin terpampang nyata,  Hal ini ditunjukkan dengan digalakannya kuliah umum bagi mahasiswa dan dosen sebagai agenda rutin pada setiap awal semester. Kuliah umum yang terselenggara kali ini  adalah kuliah umum “Peningkatan Wawasan Tentang Security, Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Dan Disaster Victim Identification (DVI) Bagi Sivitas Akademika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya,” Selasa (5/3) di Auditorium Graha Tanoto Kampus II Ubhara Jaya Bekasi.

 

Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol (Purn) Dr. Bambang Karsono, Drs., SH,MM tegaskan hal serupa pada sambutannya, “Kuliah umum sebuah agenda rutin untuk membuka wawasan keilmuan mahasiswa dan dosen, yang nantinya berdampak kepada skill sebagai calon intelektual yang akan terjun di masyarakat.” Kuliah umum kali ini, lanjut Rektor ditujukan agar peserta lebih berpikir positif dan sehat, “Saya belum menemukan satupun pecandu narkotika yang sukses. Bagaimana bisa, pecandu narkotika tidak akan bisa berfikir jernih dan sehat. Sebagai Rektor Saya tidak mau itu terjadi di UBJ,”tegas Rektor.

 

Kuliah Umum hadirkan lima narasumber berkompeten di bidangnya yakni ;Jenderal (Purn) Tan Sri Prof. Drs. Da’i Bchtiar,SH,AO, Mantan Duta Besar luar biasa berkuasa penuh untuk Negara Meksiko, Panama, Honduras Dan Costa Rica, Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Heru Winarto, Tenaga Ahli pada Pusat Kajian Ilmu Kepolisian Ubhara Jaya, Kombes Pol (Purn) Dr. Slamet Pribadi, S.H., M.H dan Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri. Kombes Pol. Drg. Lisda Cancer, M. Biotech.

Mengawali diskusi, Jenderal (Purn)Tan Sri Prof. Drs. Da’i Bachtiar,SH,AO menegaskan perlunya keseimbangan antara keamanan (Security) dan kesejahteraan (Prosperity). Di sisi lain, Ia berpesan kepada mahasiswa untuk tidak melupakan sejarah bangsa karena di sanalah letak kekuatan Indonesia.

Bukan hanya polisi, Mahasiswa juga harus berperan aktif sebagai garda terdepan memberantas dan mencegah peredaran gelap di lingkungannya. “Salah satunya melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di bawah pengawasan Rektor,” pesan Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Ahwil Luthan, SH, MBA, MM.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Heru Winarto fokus pada penumpasan narkoba yang tidak cukup pada aspek pe­­nangkapan saja. Sindikat atau jaringan narkoba juga perlu diungkap dan ditumpas. Dalam pemaparannya, ia juga  menyambut mahasiswa dan para dosen  Ubhara Jaya untuk bekerjasama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui   Badan Pendidikan dan dan pelatihan BNN di Lido. BNN melakukan committee development di mana mahasiswa akan dilatih dengan kemampuan tertentu.

Tenaga Ahli pada Pusat Kajian Ilmu Kepolisian Ubhara Jaya Kombes Pol  (Purn) Dr. Slamet Pribadi, SH, MH membagi wawasan seputar manajemen pengamanan menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, Sistem pengamanan sekarang setidaknya harus mulai mengadopsi digital dan   teknologi terkini dalam menghadang berbagai ancaman perusahaan di era 4.0. Maka itu, manajer, konsultan, dan asesor Sekuriti harus melengkapi dirinya dengan wawasan dan keahlian dalam hal manajemen risiko (risk management), menilai risiko (risk assessor), cyber security dan sistem manajemen pengamanan sesuai Perundang-undangan.

Melengkapi kuliah umum, Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Drg. Lisda Cancer, M. Biotech yang menyorot peran Kedokteran Forensik dalam Meningkatkan Kapasitas Keilmuan Hukum Pidana. Kedokteran Forensik dikatakannya sangat vital dalam membantu proses identifikasi korban tewas terutama di peristiwa kecelakaan dan bencana. Proses identifikasi tersebut tidak sembarang tapi harus standar dan prosedur yang ketat yang dinamakan dengan Disaster Victim Identification (DVI). Mengapa itu penting?DVI punya banyak hal untuk ia kontribusikan seperti menegakkan keadilan bagi korban dan keluarganya, sebagai bagian penyidikan dalam peristiwa hukum, juga memberikan ketenangan atau kepastian keluarga untuk melanjutkan kehidupan.

“Banyak keluarga yang tidak mau meninggalkan rumah sakit atau tempat tunggu sebelum ada kepastian keluarganya ditemukan atau diidentifikasi,”jelasnya. Pada beberapa kasus yang menyangkut kepentingan asuransi, warisan, perbankan , status perkawinan dan pensiun, masyarakat juga bisa memanfaatkan DVI ini.

Tidak hanya diskusi hangat, kuliah umum juga diselingi dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama sebagai tindak nyata aplikasi kerja sama antara Ubhara Jaya dengan BNN, hal ini merupakan  bagian komitmen dari Ubhara Jaya dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika bagi sivitas akademika dan masyarakat.

 

Tim Media Ubharajaya