Ubhara Jaya-Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menjadi tuan rumah perhelatan Forum Pendidikan Tinggi Indonesia–India (IIEF) yang diselenggarakan bersama dengan Kementerian pendidikan dan Kebudayaan  RI melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi wilayah III DKI Jakarta dan TIE UPS Internasional. Kegiatan ini diselenggarakan dalam satu hari, Kamis (30/01/2020) di Auditorium Grha Tanoto Kampus II Bekasi yang merupakan bagian dari peningkatan hubungan kerjasama pendidikan Indonesia dan India.

Pertemuan di buka oleh Rektor Ubhara Jaya,  Irjen Pol (Purn) Dr.Drs. Bambang Karsono, SH. Ia menyambut positif pertemuan ini seraya mengharapkan pemikiran, diskusi dan langkah strategis untuk menunjang penguatan kerjasama pendidikan kedua negara  dan ikut berkontribusi bagi masyarakat dan bisnis di seluruh dunia.

“Sebuah kebanggaan bagi Ubhara Jaya di percaya tempat penyelenggaraan forum pendidikan tinggi bilateral antara Indonesia dan India, ”kata Rektor. Dia menyampaikan kegembiraannya atas kerjasama pendidikan antara Indonesia dengan India yang sudah lama terjalin. “Sampai sekarang, Indonesia dan India terus memperluas komunikasi dalam penelitian yang kolaboratif dan pertukaran pelajar, kerjasama pendidikan tinggi, pendidikan dasar dan pendidikan kejuruan, dll, dan di situlah kami akan terus melakukannya, ”tegasnya.

Menurut Rektor, India telah memiliki fokus yang kuat pada sains dan teknologi, yang merupakan elemen kunci dari pertumbuhan ekonomi. Meski belum sebaik India, ada banyak contoh prestasi ilmiah dan teknologi terkemuka yang disumbangkan Indonesia.Untuk semakin menggemakan hal tersebut, Ubhara Jaya siap bekerjasama, utamanya dalam bidang sains dan teknologi antara kedua negara tersebut.

Forum Pendidikan Tinggi Indonesia – India mempertemukan banyak pembicara, baik dari India dan Indonesia yang di dalamnya berbicara tentang peran dan dampak teknologi bagi perkembangan bisnis dan masyarakat.Dari India hadir Director Corporate and Public Relations, Acharya Institutes, Vishesh Chandrashekar, dan Prof Arumugam dari Indian Institut of Technology Roorkee. Sementara dari tanah air,Wakil Dekan 1 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Ubhara Jaya, Dr. Hizkia Yosias Polimpung yang mengulas komputasiskala planet dari sisi pendidikan dan geopolitik.  Acara ini ditutup dengan PidatoDr. M. Samsuri, S. Pd , MT.Plt Kepala LLDikti Wilayah III yang menjelaskan mengenai kebijakan pemerintah yang barudalam Pendidikan tinggi yaitu Pendirian program studi(prodi) baru bagi Perguruan Tinggi Negeri(PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan akreditasi A dan B, Re-akreditasi bersifat otomatis untuk seluruh peringkat dan bersifat sukarela bagi PT dan Prodi yang sudah siap naik peringkat, Kebebasan bagi PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH, Hak mengambil matakuliah di luar prodi dan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS) (berlaku untuk S1 & politeknik). Beliau juga mengapresiasi penyelengaraan dan diskusi pada Forum Pendidikan Tinggi Indonesia -India di Ubhara Jaya, diharapkan hal ini akan memberikan manfaat bagi seluruh Perguruan Tinggi di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Perguruan Tinggi di India dan juga bagi hubungan Bilateral Indonesia India.

 

Tim Media Ubhara Jaya