Ubhara Jaya – Pandemi virus corona berdampak pada segala lini, tak terkecuali kehidupan kampus. Terkait dengan masa orientasi studi dan pengenalan kampus, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bahkan mengeluarkan panduan khusus pengenalan kampus untuk mahasiswa baru tahun 2020.

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) tahun akademik 2020/2021 ini menerima lebih dari 2000 mahasiswa baru sebagai anggota keluarga besar Ubhara Jaya.  Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa baru (PKKMB) sesuai himbauan pemerintah, yakni dilakukan lewat daring, meski demikian, acara dikemas tetap menarik dan bernilai, meski mahasiswa baru tidak kesemuanya dapat bertatap muka secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya.

Rektor Ubhara Jaya, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, SH. MM mengatakan, masa pengenalan kampus tidak bisa digelar secara tatap muka karena kondisi belum normal seutuhnya. Namun secara simbolis, penyelenggaraan PKKMB tetap ada yang dilakukan secara luring namun dengan mengedepankan protokoler pencegahan Covid-19 secara ketat yang diadakan di Grha Tanoto Kampus II Bekasi, dua hari, Kamis-Jumat (3-4 September 2020) di Auditorium Ubhara Jaya Grha Tanoto Kampus II Bekasi dengan tema tahun ini “Mewujudkan Mahasiswa Inovatif, Kompetitif dan Berkarakter Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Kehidupan Baru di Tengah Pandemik Covid-19”.

Pada hari pertama PKKMB,mahasiswa disambut secara simbolis melalui acara pelantikan  mahasiswa baru dari masing masing fakultas di lingkup Ubhara Jaya dengan pemakaian jaket almamater dan pemasangan tanda peserta. Upacara dipimpin langsung oleh Rektor dilanjut dengan pembacaan ikrar mahasiswa baru.

Pada momen rutin tahunan tersebut, Rektor menyampaikan rasa haru dan bahagia atas kepercayaan dan keberhasilan mahasiswa baru yang sukses mendapatkan tempat belajar di kampus Ubhara Jaya. Sebelumnya, mahasiswa menjalani serangkaian tes, baik akademik, TOEFL maupun tes narkotika.

Seperti pesan video Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kehadiran Covid-19 patut direnungi sebagai sebuah “berkah” karena metode pembelajaran berbasis teknologi, termasuk pembelajaran secara daring, menjadi suatu hal yang harus dapat kita adaptasikan dan kembangkan seiring dengan dinamika adaptasi kurikulum yang perlu dilakukan oleh masing-masing perguruan tinggi sehingga diharapkan bisa memicu kreativitas dan inovasi semua pihak. Di akhir sambutan daringnya, beliau menerangkan bahwa pendidikan adalah kunci solusi atas krisis pembelajaran dan berbagaai permasalahan yang dihadapi bangsa. Mahasiswa juga di himbau untuk menjadi agen perubahan dan penggerak untuk menghasilkan berbagai solusi untuk bangsa. Oleh karenaa itu, mahasiswa dihimbau untuk mengubah paradigma pembelaajaran di perguruan tinggi menjadi kuliah untuk belajar bagaimana bisa berkarya atau bekerja di berbagai bidang, bukan sekedar hanya kuliah untuk bekerja.

Acara berlanjut dengan diskusi yang bertujuan membekali mahasiswa baru dengan wawasan-wawasan penting semisal wawasan kebangsaan, wawasan bela negara dan pengembangan karakter.  Diskusi mengadirkan tiga pemateri, Dr.As’ad Said Ali dengan bahasan “Pembinaan Kesadaran Bela Negara,”, ceramah kedua dengan tema kehidupan berbangsa dan bernegara oleh Irjen Pol (Purn) Dr.Bibit Samad Rianto,MM, terakhir Dr.M.Samsuri,S.Pd.,M.T yang bicara tentang Pembinaan Gerakan nasional revolusi mental.

Masih di hari yang sama, acara PKKMB dilanjut dengan perkenalan dan paparan jajaran Warek di Ubhara Jaya, Warek I Prof.Drs. Tatang Ary Gumanti.M.Buss.,Acc.,Ph.D, Warek II Kombes Pols (Pol) Dr.Slamet Pribadi,SH.,MH, Warek III, Brigjen Pol (P) Dr.H Syahrir Kuba,S.Sos.,SIK.,MM.,MH, dan Warek IV Dr.Diah Ayu permatasari ST.,SIP.,M.IR. Selain menyambut mahasiswa baru, Para warek menyampaikan materi kepada peserta secara luring sesuai bidang kerjanya masing-masing.

Tidak berhenti di sana, kegiatan bergulir kepada pengenalan organisasi kemahasiswaan;DPM dan BEM serta beragam Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) di Ubhara Jaya. Masih dengan sistem daring, setiap Ormawa dan UKM mengenalkan organisasi, baik program maupun kegiatan andalannya.

Di Ubhara Jaya, terdapat UKM yang dapat menjadi wadah penyaluran minat dan bakat mahasiswa, yang dibagi menjadi Ormawa dan UKM. Bagi mahasiswa yang tertarik dalam organisasi kemahasiswaan dapat bergabung dalam BEM Universitas ataupun BEM Fakultas. Bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang seni dapat bergabung dalam UKM Seni, bidang agama bisa memilih Kimura atau PSM, yang menyukai hobi jurnalistik dapat bergabung dalam Pena Muda, dan bidang kegiatan outdoor dan pecinta alam dapat bergabung dalam Kapal Baja. Ada pula UKM olahraga yg mewadahi mahasiswa pecinta olahraga. Selain itu, ada Menwa, UKM Granat dan UKM PMK.

Masih dalam situasi daring, menginjak siang, peserta berkesempatan untuk mengenal Program studi  dan fakultas sebagai tempat belajarnyanya mereka nanti. Acara pengenalan Fakultas dan Prodi dipimpin oleh Dekan masing-masing fakultas. Pembekalan akademik, keuangan, kemahasiswaan disampaikan oleh para wadek yang kemudian berlanjut dengan pembekalan kurikulum oleh Kaprodi.  Momen PKKMB di lingkup fakultas ditutup dengan pengenalan BEM Fakultas dan Himpunan mahasiswa Prodi  dan prodil Alumni Sukses.

Pembekalan materi, dari berbagai bidang, baik dari universitas dan fakultas, sudah genap diterima mahasiswa. Maka, mahasiswa yang mengikuti keseluruhan prosesi acara berhak untuk mendapatkan sertifikat kegiatan. Penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta PKKMB yang dilakukan pada sesi acara penutupan PKKMB yang dilaksanakan keesokan harinya, Jumat (4/9/2020).

Rektor pada akhir acara menyampaikan ungkapan terimakasih kepada peserta PKKMB yang telah mengikuti acara dari awal hingga akhir kegiatan. Pernyataan penutupan ditandai dengan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru sebagai sivitas akademika Ubhara Jaya.

Selamat bergabung dan selamat berkarya di kampus kecintaan dan kebanggaan kita bersama. Ubharajaya.

Tim Media Ubhara Jaya