Bekasi – Demi penguatan karakter lulusan dari setiap program studi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya), tahun ini berencana menerapkan Ilmu Kepolisian dan Intelijen Ekonomi sebagai Mata Kuliah Dasar Universitas (MKDU). Kajian mendalam untuk menentukan pendekatan yang akan digunakan dalam mata kuliah ini, dilakukan bersama oleh tim yang dipimpin Rektor Ubhara Jaya, Irjen Polisi (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono., SH., MM dengan menghadirkan sejumlah pakar di bidang Ilmu Kepolisian dan Intelijen Ekonomi dalam seminar yang berlangsung di Auditorium Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Senin (05/04/2021).

“Seminar ini dilaksanakan sebagai upaya menyusun Mata Kuliah Dasar Universitas (MKDU), yang nantinya akan diserap, dikembangkan dan disesuaikan ke dalam masing-masing aktivitas akademik di Program Studi. Ini menjadi langkah awal untuk menerima masukan dan saran,’terang Rektor. Catatan penting dari diskusi, lanjutnya, akan dibahas lebih lanjut oleh tim untuk dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar untuk mahasiswa. Untuk Ilmu Kepolisian, kajian yang dilakukan dengan menghimpun masukan dari para pakar yang menguasai ilmu kepolisian tidak hanya secara teori tapi juga para praktisi langsung yang telah berpengalaman panjang di kepolisian.

Terkait Intelijen Ekonomi, Rektor Ubhara Jaya mengatakan materi yang akan diberikan di Ubhara Jaya adalah intelijen dari perspektif ilmu pengetahuan, “Masalah ekonomi dalam percaturan global seringkali terjadi karena perebutan sumber daya alam antar negara. Disinilah kita harapkan nantinya para lulusan Ubhara Jaya, dengan berbagai teori intelijen yang dimilikinya, mampu mengidentifikasi, memprediksi, mengantisipasi dan memberikan masukan strategis dalam pengelolaan sumber daya ekonomi negara dalam konteks menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harap Rektor Ubhara Jaya.

Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Drs. Chaerudin Ismail, SH, MH, dalam arahannya, mengemukakan pentingnya mata kuliah Ilmu Kepolisian di Ubhara Jaya memiliki perbedaan dengan yang diajarkan pada sekolah-sekolah kepolisian murni. “Ini akan menjadi sumbangsih bagi kajian tentang ilmu keamanan (security), di mana mahasiswa memiliki pemahaman tentang dimensi pengetahuan kepolisian dan intelijen berbasis security,” ucapnya.

Dalam paparan bertajuk “Ilmu Kepolisian Sebagai Mata Kuliah Unggulan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen Polisi (Purn). Dr. Bibit Samad Rianto, menyampaikan, “Ilmu Kepolisian sebagai sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah-masalah sosial dan isu-isu penting serta pengelolaan keteraturan sosial dan moral dari masyarakat, mempelajari upaya-upaya penegakan hukum dan keadilan, mempelajari teknik-teknik penyelidikan dan penyidikan berbagai tindak kejahatan serta cara-cara pencegahannya.”

Menurut Mantan Komisioner KPK, aktualisasi mata kuliah Ilmu Kepolisian ini dapat mendorong lulusan Ubhara Jaya untuk turut mendorong fungsi kepolisian secara baik dan benar dalam menjaga ketertiban masyarakat, karena saat ini relevansi keilmuan kepolisian tidak lagi disandarkan kepada penindakan terhadap tindak kejahatan, namun juga pada masalah-masalah baru seperti bencana sosial  dan bencana alam, yang masuk dalam permasalahan baru di bidang ilmu kepolisian.

Sementara terkait Mata Kuliah Intelijen Ekonomi, paparan bertajuk “Intelijen Ekonomi sebagai Mata Kuliah Unggulan Ubhara Jaya,” disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Prof. Tatang Ary Gumanty, M. Bus. Acc., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa diharapkan mampu memahami arti penting dan manfaat intelijen ekonomi tidak hanya dalam konteks negara tapi juga dalam bisnis perusahaaan. Mahasiswa akan belajar bagaimana sebuah negara menerapkan intelijen ekonomi demi keamanan ekonomi nasional dan juga bagaimana perusahaan mampu bertahan dengan menguatkan aspek intelijen dalam pengelolaan bisnisnya.

Sebagai penanggap makalah intelijen ekonomi, Komjen (Purn.) Dr. Drs. Ito Sumardi, mengatakan persoalan ekonomi menjadi pilar penting dari suatu negara, dan untuk itu diperlukan kajian mendalam dalam penerapannya sebagai Mata Kuliah Dasar Universitas. Pendekatan deduktif yang dimulai dari pemahaman secara umum yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, dapat menjadikan mata kuliah ini menarik untuk didalami lebih lanjut oleh mahasiswa.

Sebagai penanggap berikutnya, Prof. Dr. Hermawan Sulistyo, MA, memberi masukan pentingnya untuk secara bertahap memberi pemahaman soal ilmu kepolisian dari tingkat dasar untuk memunculkan substansi yang sama namun dengan derajat kedalaman yang berbeda, dengan memulai pemahaman Ilmu Kepolisian di level universitas, baru kemudian diturunkan ke level program studi secara khusus.

Saat ini menurutnya, sudah banyak buku panduan berbahasa Indonesia yang bisa digunakan dan bahkan dikembangkan, untuk menjadi acuan dalam penyusunan mata kuliah Ilmu Kepolisian. Sementara, secara khusus, menanggapi makalah Intelijen Ekonomi, Prof. Hermawan berharap nantinya mata kuliah dapat difokuskan pada analisis atau kajian di level negara dan kawasan/regional.

Sementara itu, Perwakilan dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Dr. Benny Saragih menyoroti sifat universal dari Ilmu Kepolisian, yang membuatnya mudah untuk diimplementasikan kemana saja. Di PTIK sendiri saat ini, pembelajaran tentang Ilmu Kepolisian yang diberikan menyangkut strategi penyelesaian dari berbagai masalah-masalah yang dihadapi oleh polisi di lapangan, sehingga dapat membantu meningkatkan kinerja kepolisian dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Sebagai penanggap terakhir pada makalah tentang Intelijen Ekonomi, Irjen Pol (Purn) Dr. Mohammad Djatmiko mengatakan sebagai universitas berwawasan nasional dan bercirikan keamanan, sangat tepat bila mempelopori pemberian mata kuliah intelijen ekonomi, guna memberikan pemahaman terhadap semua pemangku kepentingan negara tentang pengamanan dan penyuksesan pembangunan ekonomi negara dalam mewujudkan tujuan nasional.

“Peran intelijen ekonomi antara lain dapat melakukan deteksi dini terhadap setiap ancaman, tantangan dan hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri sehingga dapat mengamankan dan menyukseskan pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu dalam implementasi mata kuliahnya, penting untuk memberi pemahaman tentang fungsi intelijen yang meliputi fungsi penyelidikan, pengamanan, penggalangan dan analisis intelijen,” ujar Dr. Mochammad Djatmiko mengakhiri tanggapannya.

Seminar ini akan di follow up dengan Rencana Forum Diskusi yang lebih dalam pada pengembangan Ilmu Kepolisian dan Intelijen Ekonomi.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya