Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) memperoleh apresiasi sebagai kampus yang tertib asas dalam pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Apresiasi disampaikan  oleh Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta, dalam acara Rapat Pimpinan dan Staf yang dihadiri Rektor dan jajaran pimpinan dan staf terbatas Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, di Auditorium Ubhara Jaya, Rabu siang (21/4/2021).

“Saya selalu minta ditayangkan data PDDikti semua perguruan tinggi yang ada di DKI Jakarta dan hasilnya Ubhara Jaya termasuk perguruan tinggi swasta yang tertib dan selalu taat asas dalam pelaporannya,” ungkap Prof. Dr. Agus Setyo Budi M.Sc mengawali sambutannya.

Disampaikan bahwa pada awalnya menjadi kepala Kepala LLDIKTI Wilayah III setahun lalu. Terdapat 314 perguruan tinggi swasta, setahun berselang pada bulan Maret 2021 menyusut menjadi 299, dan saat ini menjadi 294 perguruan tinggi swasta. Hal ini karena perguruan tinggi swasta tersebut tidak taat asas dalam pelaporan datanya.

Lebih lanjut, Kepala LLDIKTI Wilayah III mengatakan, sebagai perguruan tinggi swasta yang tertib dalam pelaporan datanya, maka Ubhara Jaya dinilai siap untuk mengimplementasikan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan pemerintah berdasarkan Permendikbud Nomor 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi, “Ini adalah program yang sangat baik dan indah, namun membutuhkan pemikiran yang luar biasa dalam implementasinya,” ucap Prof. Dr. Agus Setyo Budi. Beliau menjelaskan, kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam Program MBKM, meliputi: Pertukaran Pelajar, Magang/Praktik Kerja, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan, Studi/Proyek Independen, Penelitian/Riset dan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

“Program Kampus Merdeka ini mewajibkan perguruan tinggi memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak), yaitu pertama pilihan mengambil SKS di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara 40 SKS) dan kedua, pilihan mengambil SKS di Program Studi yang berbeda di perguruan tinggi yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 SKS),”

Lebih jauh dalam pemaparannya disebutkan bahwa Penyetaraan Bobot Kegiatan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka terbagi atas dua macam. Pertama, Bentuk Bebas (free form) dimana kegiatan merdeka belajar disetarakan dengan 20 SKS tanpa penyetaraan dengan mata kuliah. 20 SKS tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti MBKM. Bentuk kedua, bentuk Berstruktur (structured form), dimana kegiatan MBKM dapat distrukturkan sesuai dengan kurikulum yang ditempuh mahasiswa. 20 SKS tersebut dinyatakan dalam bentuk kesetaraan dengan mata kuliah yang sejalan dengan kegiatan magang.

“Program MBKM ini harus ditentukan sejak awal di level program studi dan harus jelas implementasinya, karena jika tidak jelas, maka Program Merdeka Belajar ini akan semu. Kita berharap Program MBKM dapat menguatkan struktur kurikulum di setiap perguruan tinggi,” ucapnya seraya mengakhiri paparannya.

Sebelumnya, Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Irjen Polisi (Purn) Dr. Drs Bambang Karsono SH, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini Ubhara Jaya tengah menyusun kurikulum untuk disesuaikan dengan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, “Kami akan mengikuti arahan dan sistem pelaporan yang ada di PDDikti. Kami menginginkan adanya akselerasi (percepatan) dan peningkatan prestasi dan kinerja berkualitas yang lebih baik dari hari ke-hari secara bertanggungjawab,” tegas Rektor Ubhara Jaya.

Acara dilanjutkan dengan diskusi antara peserta rapat termasuk operator dari masing-masing program studi di Ubhara Jaya dengan kepala LLDIKTI wilayah III bersama Kepala Sub Bagian Sistem Informasi dan Kerjasama Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Noviyanto, S.T., M.M.S.I

Dalam hal ini Ubhara Jaya menyiapkan diri untuk Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang akan mulai diberlakukan secara penuh pada 28 Januari 2022 mendatang dan mulai membangun kolaborasi dan sinergi antar program studi maupun mitra yang terlibat dalam implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Tim Media dan Publikasi

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya