Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menerima sertifikat Hak Cipta untuk Sistem Informasi pada Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan LPPMP Ubhara Jaya. Penyerahan sertifikat diberikan langsung oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Kementerian Hukum dan HAM kepada Rektor Ubhara Jaya di Auditorium Kampus 2, Grha Tanoto, Rabu Sore (15/12/2021).

Rektor Ubhara Jaya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M. mengatakan, “Ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi Ubhara Jaya, karena per-1 Desember 2021 lalu, Kami memperoleh sertifikat Hak Cipta untuk program komputer yang didesain oleh personil, programmer dari Direktorat Pengembangan Informasi dan Teknologi yang memiliki kekhasan dan spesifikasi, sehingga menerima sertifikat Hak Cipta yang berlaku selama 50 tahun,” ucap Rektor mengawali sambutannya.

Rektor menyebutkan, dengan sekitar 355 Dosen tetap yang dimiliki Ubhara Jaya saat ini, sebelumnya hak cipta diperoleh para dosen dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Kali ini Hak Cipta yang diperoleh berasal dari sistem informasi yang dikembangkan pada hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dikelola pada Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi yang dimiliki Ubhara Jaya.

Penyerahan sertifikat Hak Cipta kepada Ubhara Jaya dilakukan oleh Direktur Hak Cipta dan Desain Industri, Dr. Syarifudin S.T., M.H. mengawali sambutannya, Ia mengatakan, “Yang terpenting dari adanya Hak Cipta ini adalah bagaimana kita bisa melahirkan karya-karya baru yang berguna masyarakat. Hak Cipta ini merupakan pengakuan atas kemampuan anak bangsa dalam menciptakan karya baru yang orisinal yang dapat memajukan perekonomian bangsa Indonesia,” ucapnya.

Dr. Syarifudin S.T., M.H. menyebutkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah menetapkan tahun depan sebagai Tahun Hak Cipta, “Kami mohon dukungannya agar lebih banyak dapat memberikan kemudahan dalam pemberian hak cipta melalui aplikasi cepat untuk permohonan pengajuan hak cipta, persetujuan otomatis dan penuruan biaya pendaftaran untuk memperoleh Hak Cipta,” papar Syarifudin seraya mendorong lebih banyak lagi pendaftaran hak cipta dari lingkungan akademik. “Para lulusan perguruan tinggi perlu mendaftarkan penulisan ilmiah yang telah dilakukan untuk menghindari adanya tindakan plagiarisme,” imbuhnya lagi.

Saya ucapkan selamat atas penghargaan Hak Cipta yang telah diraih Ubhara Jaya untuk lebih dapat menerapkan pengaruh luas kalangan intelektual dalam masyarakat, khususnya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat,” ucapnya.

Tim Media dan Publikasi                                 

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya