Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Tandatangani PKS Program Kualifikasi Akademik Bagi Guru

6 March 2026

Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) tandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Kualifikasi Akademik S-1/D-4 bagi Guru yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) melalui Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–7 Maret 2026 di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Jalin Kerja Sama dengan Polda Metro Jakarta Raya dalam Pendirian Pusat Studi Kepolisian

Dalam kegiatan ini, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya diwakili oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Mujiono Sadikin, S.T., M.T. Kehadiran Ubhara Jaya menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru di Indonesia.

Program ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk memastikan seluruh guru di Indonesia memenuhi standar kualifikasi akademik minimal sarjana (S-1) atau diploma empat (D-4), sebagaimana diamanatkan dalam regulasi nasional terkait profesi guru.

Dalam sambutannya, Mujiono Sadikin menyampaikan bahwa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya memiliki komitmen kuat untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi guru di Indonesia.

“Mewakili Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, kami meneguhkan komitmen untuk membantu peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru di Tanah Air. Sesuai amanah undang-undang, seluruh guru seharusnya telah berkualifikasi S-1 dan memiliki sertifikasi pendidik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kualifikasi akademik guru tidak hanya penting untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.

Namun demikian, hingga saat ini masih terdapat lebih dari 150 ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi tersebut. Kondisi ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya keterbatasan waktu bagi guru yang harus tetap menjalankan tugas mengajar di sekolah. Menurutnya, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi solusi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut.

“Program RPL menjadi terobosan yang memungkinkan para guru meningkatkan kualifikasi akademiknya tanpa harus meninggalkan tugas mereka di sekolah. Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” jelasnya. Lebih lanjut, Mujiono menegaskan bahwa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya siap mengambil peran aktif dalam pelaksanaan program tersebut.

“Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, insyaAllah akan berkontribusi dalam program ini. Pada tahap pertama, Ubhara Jaya akan mengawal sebanyak 61 guru untuk memperoleh kualifikasi sarjana sekaligus meningkatkan kompetensinya sebagai tenaga pendidik,” tambahnya.

Baca Juga: Ubhara Jaya Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Unkhair untuk Peningkatan SDM dan Penguatan Tri Dharma

Melalui partisipasi dalam program ini, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, serta mendukung terciptanya sistem pendidikan nasional yang lebih berkualitas dan berdaya saing.

Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810