Dosen Ubhara Jaya Dampingi UMKM Desa Kedung Pengawas Urus NIB dan QRIS untuk Tingkatkan Daya Saing Usaha

Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan bertajuk “Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Digital Payment-QRIS dalam Pemberdayaan UMKM di Desa Kedung Pengawas Kabupaten Bekasi” ini dilaksanakan di Aula RW 12 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kegiatan PKM dipimpin oleh Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom. sebagai ketua tim, didampingi oleh Tri Dharma Putra, S.T., M.Sc., Ahmad Fathurrozi, S.E., M.M.S.I., dan Agus Dharmanto, S.E., M.M. Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMKM yang berada di lingkungan RW 12 Desa Kedung Pengawas.
Melalui program ini, tim dosen Ubhara Jaya memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam proses pengurusan legalitas usaha melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) hingga penerapan sistem pembayaran digital berbasis QRIS. Pendampingan dilakukan secara praktis dengan menggunakan perangkat telepon pintar milik masing-masing peserta sehingga mereka dapat mengikuti setiap tahapan secara langsung.
Ketua tim PKM, Rakhmat Purnomo, S.Pd., S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa legalitas usaha dan transformasi digital merupakan dua fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di era ekonomi digital.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu UMKM agar dapat naik kelas dengan memiliki identitas usaha yang sah melalui NIB sekaligus memanfaatkan teknologi pembayaran digital QRIS yang semakin dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain membantu peserta memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), kegiatan ini juga memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS sebagai sarana pembayaran non-tunai yang dapat menerima transaksi dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay melalui satu barcode. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pencairan dana digital (settlement) serta manfaat tarif Merchant Discount Rate (MDR) khusus UMKM.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak yang nyata. Para peserta berhasil memiliki akun OSS-RBA yang aktif, memperoleh dokumen NIB sebagai legalitas usaha, serta mendapatkan akses untuk mengajukan QRIS sebagai sarana transaksi digital. Beberapa peserta bahkan dapat langsung melakukan uji coba transaksi digital yang dipandu oleh tim dosen di lokasi kegiatan.
Salah satu peserta mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Awalnya saya mengira mengurus izin usaha itu rumit dan membutuhkan biaya besar. Setelah didampingi langsung oleh tim dosen dan mahasiswa, ternyata proses pembuatan NIB gratis dan cukup mudah. Sekarang usaha saya juga sudah memiliki QRIS sendiri sehingga pelanggan bisa membayar menggunakan berbagai aplikasi e-wallet,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Desa Kedung Pengawas yang menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengabdian masyarakat ini karena warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung didampingi praktik. Dengan legalitas usaha dan sistem transaksi digital yang dimiliki, kami berharap UMKM di lingkungan kami dapat berkembang dan lebih mudah mengakses permodalan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan PKM ini, Ubhara Jaya terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.





