Ubhara Jaya Turut Berpartisipasi dalam KKN Tematik 2026 Kolaborasi LLDikti Wilayah III dan LLDikti Wilayah X

Kabupaten Agam, Sumatera Barat – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) turut berpartisipasi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III dan LLDikti Wilayah X. Pelepasan mahasiswa dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa (4/8/2026), mengusung tema “Bangkik Basamo, Mambangun Nagari.”
KKN Tematik 2026 melibatkan 205 mahasiswa beserta dosen pembimbing dari 35 perguruan tinggi, yang terdiri atas 25 perguruan tinggi di bawah LLDikti Wilayah III dan 10 perguruan tinggi di bawah LLDikti Wilayah X. Program KKN Tematik 2026 menjadi wujud sinergi antar perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diterjunkan ke sejumlah nagari di Kabupaten Agam untuk berkolaborasi bersama masyarakat dalam menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai potensi serta tantangan di daerah.

Sebelum pembukaan resmi, kegiatan diawali dengan penandatanganan Deklarasi Konsorsium Mitigasi dan Pemulihan Bencana Kabupaten Agam sebagai bentuk komitmen bersama antar pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra strategis dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah pascabencana.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., turut hadir dalam acara pembukaan KKN Tematik 2026. Beliau menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus ruang kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.
“Perguruan tinggi bukan hanya lembaga pemberi ijazah, tetapi juga harus menjadi lembaga pemberi solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat. Melalui KKN Tematik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat” tegas Prof. Fauzan.
Dalam sambutannya, Kepala LLDikti Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan, S.E., M.A., menegaskan bahwa KKN Tematik bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga sarana bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“KKN Tematik bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi ruang kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk bersama-sama memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat. Melalui semangat ‘Bangkik Basamo, Mambangun Nagari’, kami berharap para mahasiswa dapat belajar sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan KKN Tematik yang melibatkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan gagasan, semangat, serta kontribusi positif bagi pembangunan nagari.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Tematik di Kabupaten Agam. Semoga berbagai program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami kondisi riil di lapangan,” ungkapnya.
Sebagai salah satu perguruan tinggi peserta, Ubhara Jaya turut mengirimkan peserta terbanyak untuk mengikuti program KKN Tematik 2026. Ubhara Jaya mengirimkan 10 mahasiswa, 4 DPL, dan 1 staf publikasi. Keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar di tengah masyarakat sekaligus memperkuat implementasi program Kampus Berdampak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ubhara Jaya diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama lintas budaya, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Partisipasi Ubhara Jaya dalam KKN Tematik 2026 juga menjadi bagian dari upaya universitas untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan program pengabdian yang berdampak serta berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di tingkat nasional.





