Ubhara Jaya Perluas Kerja Sama Akademik Internasional melalui MoU dengan IUTET dan Partisipasi dalam Mehrgon Forum 2026 di Tajikistan

Dushanbe, Tajikistan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) memperluas jejaring akademik internasional melalui rangkaian kegiatan pendidikan tinggi dan kerja sama kelembagaan di Republik Tajikistan pada 13-18 Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan International University of Tourism and Entrepreneurship of Tajikistan (IUTET), pelaksanaan guest lecture, serta partisipasi dalam International Forum “Sustainable Tourism and Cultural Heritage 2026” atau Mehrgon Forum 2026.
Delegasi Ubhara Jaya dipimpin oleh Sri Wulandari, S.T., M.M., bersama Ferawaty Puspitorini, S.S., M.Pd., dan Yusac Firmansyah, S.I.Pust., M.I.Kom. Kehadiran delegasi menjadi bagian dari upaya Ubhara Jaya dalam memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi luar negeri, meningkatkan pertukaran pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian lintas negara.
Mehrgon Forum 2026 diselenggarakan oleh IUTET dengan melibatkan peserta dari berbagai negara, termasuk pejabat pemerintah, pimpinan perguruan tinggi, korps diplomatik, organisasi internasional, akademisi, peneliti, dan praktisi. Forum ini menjadi ruang pertemuan internasional untuk membahas pengembangan pariwisata berkelanjutan, pelestarian warisan budaya, inovasi, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembangunan.
Kerja Sama dengan IUTET Langsung Diimplementasikan melalui Guest Lecture
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan MoU antara Ubhara Jaya dan IUTET pada 13 Oktober 2026 di kampus IUTET, Dushanbe. Penandatanganan dilakukan oleh Sri Wulandari, S.T., M.M., mewakili Ubhara Jaya, dan Prof. Dr. Ubaidullo Sattorov Asrorzoda selaku Rektor IUTET. Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Salah satu langkah awal implementasi kesepakatan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan guest lecture pada hari yang sama. Kegiatan ini menghadirkan Sri Wulandari, S.T., M.M., Ferawaty Puspitorini, S.S., M.Pd., dan Yusac Firmansyah, S.I.Pust., M.I.Kom. sebagai pemateri.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Fakultas Hukum IUTET tersebut, para pemateri membahas isu-isu terkait perkembangan ekonomi modern, manajemen keuangan, perbankan, pembangunan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi inovatif dalam kegiatan ekonomi dan manajemen. Pembahasan juga mencakup pengembangan ekonomi modern dan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung berbagai aktivitas profesional.

Pelaksanaan kuliah tamu menjadi langkah awal untuk mengembangkan kegiatan akademik bersama. Kerja sama kedua institusi selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui perkuliahan kolaboratif, penelitian bersama, program visiting lecturer, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
Forum Internasional Dihadiri Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan Tajikistan
Selain menjalankan agenda kerja sama akademik, delegasi Ubhara Jaya menghadiri pembukaan Mehrgon Forum 2026 di Aula Utama IUTET, Dushanbe, pada 13 Oktober 2026. Rangkaian pembukaan diawali dengan pameran budaya Shukūhi Mehrgon atau Kemegahan Mehrgon yang memperkenalkan kekayaan tradisi, kerajinan, hasil pertanian, dan kebudayaan masyarakat Tajikistan.
Rektor IUTET, Prof. Dr. Ubaidullo Sattorov Asrorzoda, dalam sambutannya menekankan pentingnya pengembangan pariwisata, pelestarian warisan budaya, inovasi, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pembukaan forum turut dihadiri Wakil Perdana Menteri Republik Tajikistan Dilrabo Mansuri, Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rahim Hamro Saidzoda, Ketua Komite Pengembangan Pariwisata Jamshed Jumakhonzoda, serta Direktur Badan Pelestarian Warisan Sejarah dan Budaya Sherali Khojazoda. Sejumlah pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi internasional juga hadir, antara lain dari Arab Open University Bahrain, Khushal Khan Khattak University Pakistan, Akademi Pariwisata dan Hubungan Internasional Rusia, serta Turan University Uzbekistan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IUTET menyampaikan tiga hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan forum, yakni pengembangan jejaring akademik dan penelitian bersama, perluasan kerja sama ekonomi dan investasi di sektor pariwisata, serta penguatan upaya internasional dalam pelestarian dan digitalisasi warisan budaya.
Mengikuti Pembahasan Keberlanjutan, Inovasi, dan Pengembangan Ekonomi Hijau
Mehrgon Forum 2026 menghadirkan konferensi ilmiah dan diskusi internasional dengan beragam tema, meliputi pariwisata, kewirausahaan, komunikasi antarbudaya, pelindungan warisan budaya, keberlanjutan lingkungan, serta transformasi digital. Keragaman topik tersebut memperlihatkan keterkaitan berbagai disiplin ilmu dalam merespons tantangan pembangunan kontemporer.Pada 14 Oktober 2026, delegasi mengikuti rangkaian kegiatan ilmiah yang membahas sejumlah isu strategis lintas disiplin. Salah satunya adalah International Conference “From Land and Water Resources to Food Security: Developing Climate-Resilient Agriculture in Central Asia” yang berlangsung di National Library of Tajikistan, Dushanbe, pukul 10.00–12.00 waktu setempat. Konferensi ini mengangkat pengelolaan sumber daya lahan dan air, ketahanan pangan, serta pengembangan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim di kawasan Asia Tengah.

Agenda berikutnya adalah International Conference “Innovative Models for Entrepreneurship Development in the Modern Context” yang diselenggarakan di Kangurt Hotel, Dushanbe, pukul 14.00–17.00. Pembahasan berfokus pada pengembangan model kewirausahaan inovatif dalam menghadapi perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan tuntutan pembangunan berkelanjutan.
Pada hari yang sama, IUTET juga menyelenggarakan masterclass bertajuk “The Use of Artificial Intelligence in the Courts of the Republic of Tajikistan: Developing Digital Courts” pada pukul 15.00–17.00. Kegiatan tersebut membahas pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan sistem peradilan digital, termasuk peluang transformasi teknologi untuk mendukung modernisasi dan efektivitas pelayanan peradilan.
Salah satu materi penelitian yang dipaparkan dalam rangkaian kegiatan ilmiah tersebut berasal dari AlmaU (Almaty Management University), Kazakhstan. Pemaparan tersebut membahas penerapan sertifikasi lingkungan Green Key dalam industri perhotelan sebagai bagian dari pengembangan praktik keberlanjutan.

Kajian tersebut memperlihatkan hubungan antara penerapan praktik ramah lingkungan, sertifikasi internasional, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta peningkatan daya saing usaha perhotelan. Pembahasan juga menyoroti kesiapan institusi, ketersediaan infrastruktur, kapasitas organisasi, dan pengelolaan sumber daya dalam penerapan sertifikasi lingkungan di sektor perhotelan Kazakhstan.
Kunjungan Akademik ke Tursunzoda dan Hisor: Pertanian Berkelanjutan dan Pariwisata Gastronomi
Rangkaian kegiatan delegasi Ubhara Jaya berlanjut pada 15 Oktober 2026 melalui kunjungan akademik ke Tursunzoda dan Hisor, Tajikistan. Kegiatan ini merupakan bagian dari International Scientific and Practical Symposium bertema “Sustainable Agriculture and Gastronomic Tourism: Experiences from Tajikistan and around the World” atau Pertanian Berkelanjutan dan Pariwisata Gastronomi: Pengalaman Tajikistan dan Dunia.
Simposium tersebut menjadi salah satu agenda Mehrgon Forum 2026 yang menghubungkan pembahasan akademik dengan potensi pertanian, kebudayaan, dan pariwisata daerah. Kegiatan ini melibatkan institusi riset di lingkungan IUTET serta pemangku kepentingan terkait, termasuk sektor pertanian, pelindungan warisan sejarah dan budaya, dan pemerintah daerah.
Tema simposium menempatkan pertanian berkelanjutan dan pariwisata gastronomi sebagai dua sektor yang saling berkaitan dalam pengembangan ekonomi daerah, pelestarian budaya, dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal. Pengembangan produk pertanian dan kuliner khas daerah, misalnya, dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pelestarian identitas budaya masyarakat.

Di Tursunzoda, pembahasan berfokus pada pertanian berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya air secara efisien, dan pengembangan metode pertanian yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Perspektif tersebut juga memperlihatkan peluang pengembangan agrowisata sebagai salah satu pendekatan untuk menghubungkan sektor pertanian dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Sementara itu, pembahasan di Hisor menyoroti potensi pariwisata gastronomi melalui pengenalan kuliner tradisional sebagai bagian dari daya tarik wisata. Pelestarian resep lokal, pengembangan kualitas layanan, serta promosi kekayaan kuliner dapat menjadi bagian dari strategi memperkenalkan identitas budaya kepada masyarakat internasional.

Selain mengikuti rangkaian kegiatan akademik, delegasi juga melakukan kunjungan ke museum bersejarah di Hisor. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat warisan sejarah dan budaya Tajikistan serta pendekatan pelestariannya.
Pengenalan Kekayaan Budaya Tajikistan melalui Festival Internasional
Sebagai bagian dari rangkaian Mehrgon Forum 2026, delegasi juga mengikuti agenda pengenalan warisan budaya dan potensi daerah melalui festival serta pameran internasional. Pada 16 Oktober 2026, salah satu kegiatan yang diselenggarakan adalah International Festival-Exhibition “Treasures of Khatlon” di wilayah Nurek dan Danghara, Tajikistan.
Kegiatan tersebut memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, kebudayaan, dan potensi daerah kepada peserta internasional. Melalui festival dan pameran, unsur kebudayaan ditampilkan tidak hanya sebagai identitas masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata dan penguatan ekonomi lokal.

Kegiatan ini memberikan perspektif mengenai pentingnya sinergi antara pelestarian warisan budaya, promosi potensi daerah, dan pengembangan sektor pariwisata. Bagi perguruan tinggi, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan kajian akademik mengenai komunikasi antarbudaya, pengelolaan warisan budaya, dan strategi promosi potensi lokal di tingkat internasional.
Memperluas Jejaring Akademik dan Peluang Kerja Sama Lintas Negara
Keterlibatan Ubhara Jaya dalam Mehrgon Forum 2026 membuka ruang bagi pengembangan komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi serta pemangku kepentingan internasional. Pertemuan dengan akademisi dan perwakilan berbagai negara memberikan kesempatan untuk bertukar perspektif mengenai pendidikan, penelitian, pembangunan berkelanjutan, dan pengembangan kolaborasi lintas disiplin.
Selain menjalin kerja sama kelembagaan dengan IUTET, delegasi Ubhara Jaya juga melakukan pertemuan dengan delegasi dari India. Pertemuan tersebut membahas potensi pengembangan hubungan akademik melalui penyelenggaraan konferensi internasional dan bentuk kolaborasi lainnya.

Penjajakan ini menjadi salah satu peluang untuk memperluas jejaring akademik Ubhara Jaya di luar kemitraan yang telah dibangun. Pengembangan hubungan internasional diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas akademik, penguatan kerja sama penelitian, serta perluasan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan tinggi berskala internasional.
Penguatan Internasionalisasi dan Tindak Lanjut Kerja Sama
Rangkaian kegiatan di Tajikistan menghasilkan capaian awal bagi pengembangan kerja sama internasional Ubhara Jaya, terutama melalui penandatanganan MoU dengan IUTET dan implementasi awal dalam bentuk guest lecture. Partisipasi dalam konferensi ilmiah, simposium, kunjungan akademik, serta festival internasional juga memberikan pengalaman dan wawasan mengenai perkembangan pendidikan tinggi serta isu-isu pembangunan di tingkat global.
Ke depan, kerja sama antara Ubhara Jaya dan IUTET diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui penelitian bersama, penyelenggaraan kelas internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, program visiting lecturer, serta kegiatan akademik kolaboratif lainnya. Penjajakan dengan institusi dari negara lain juga berpotensi dikembangkan menjadi kemitraan yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Ubhara Jaya melanjutkan upaya internasionalisasi melalui kemitraan akademik dan partisipasi dalam forum pendidikan tinggi internasional. Tindak lanjut yang terarah diharapkan dapat menghasilkan program konkret yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.





