Fakultas Teknik Ubhara Jaya dan FK POSYANTEK Kota Bekasi Kembangkan Inovasi Teknologi Tepat Guna

Bekasi – Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (FT Ubhara Jaya) menjalin kerja sama dengan Forum Komunikasi Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (FK POSYANTEK) Kota Bekasi untuk mengembangkan inovasi yang mendukung pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kerja sama yang dilaksanakan pada 16 Oktober 2026 ini mencakup pendampingan produk olahan limbah organik serta pengujian teknologi hemat energi.
Kemitraan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung visi FT Ubhara Jaya 2027 dalam pengembangan keteknikan yang berwawasan kebangsaan, berbasis sekuriti, dan adaptif terhadap teknologi berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), kedua pihak menyusun program pendampingan bagi anggota POSYANTEK. Pada tahap awal hingga akhir 2026, kegiatan difokuskan pada Posyantek Mekar Berseri di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, dan Posyantek Tunas Mandiri di Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Pengembangan inovasi dari anggota lainnya akan diawali dengan diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) untuk mengidentifikasi potensi, kendala, dan kebutuhan pendampingan.
Pendampingan Posyantek Mekar Berseri diarahkan pada peningkatan mutu dan nilai ekonomi produk berbasis limbah organik. Eco-enzyme berpotensi dikembangkan menjadi produk turunan, seperti sabun dan pembersih, sementara POC akan didorong melalui penyempurnaan proses produksi dan pengemasan agar lebih siap dipasarkan.
Dalam proses tersebut, FT Ubhara Jaya akan mendukung pengkajian mutu, keamanan, dan pemenuhan persyaratan produk sesuai peruntukannya. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan limbah organik sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Distribusi produk juga direncanakan melalui jaringan ekonomi lokal, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Kota Baru. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan kesiapan produk serta kesesuaian mekanisme kerja sama dengan pihak terkait.
Bersama Posyantek Tunas Mandiri, FT Ubhara Jaya akan mengevaluasi inovasi AC HERLINK (Hemat Energi dan Ramah Lingkungan) dari aspek efisiensi energi, dampak lingkungan, kelayakan ekonomi, dan keselamatan penggunaan. Pengujian direncanakan memanfaatkan unit AC di lingkungan kampus sebagai living laboratory atau laboratorium hidup.
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penerapan metode HERLINK untuk memperoleh data konsumsi listrik dan perubahan kinerja peralatan. Pengujian mencakup optimalisasi pencucian dan perawatan AC, evaluasi penggunaan refrigeran alternatif berbasis hidrokarbon, serta penguatan sistem keselamatan operasional.
Pada aspek perawatan, data empiris awal menunjukkan potensi penghematan listrik sekitar 10 persen. Besaran tersebut masih perlu diverifikasi melalui pengukuran dengan mempertimbangkan kondisi unit dan pola penggunaannya. Sementara itu, penggunaan refrigeran alternatif akan dikaji berdasarkan konsumsi energi, kapasitas, dan kondisi awal AC untuk menilai efisiensi serta kelayakan penerapannya pada bangunan residensial maupun fasilitas industri.
Aspek keselamatan menjadi perhatian penting karena refrigeran hidrokarbon memiliki sifat mudah terbakar. Penerapannya perlu memperhatikan persyaratan keselamatan dan lingkungan yang relevan, termasuk SNI 6500:2022 tentang sistem refrigerasi instalasi tetap.
Untuk mendukung pengamanan, Posyantek Tunas Mandiri mengembangkan Kotak Pengaman Pasif (KP2AL) dan Sistem Pengamanan Api Listrik Aktif (SiPALA). SiPALA dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis ketika mendeteksi kondisi kebakaran akibat gangguan listrik, sekaligus memberikan peringatan melalui lampu dan alarm. Keandalan dan kesesuaian perangkat tersebut tetap perlu diuji sebelum penerapan lebih lanjut.
Pengujian AC HERLINK ditargetkan menghasilkan data konsumsi energi dalam kilowatt-jam (kWh), potensi penghematan biaya operasional, serta estimasi pengurangan emisi karbon. Hasil pengukuran akan menjadi dasar evaluasi teknis dan pengembangan inovasi berikutnya.
Pengembangan produk olahan limbah organik dan pengujian teknologi hemat energi menjadi bagian dari upaya penerapan teknologi tepat guna yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Kedua kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan green jobs dan green skills melalui peningkatan keterampilan teknis serta pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien.
Pada sektor pendingin udara, pengujian refrigeran alternatif turut mendukung upaya pengurangan penggunaan hidrofluorokarbon (HFC) sejalan dengan implementasi Amandemen Kigali di Indonesia. Sebagai bagian dari program Green Campus, FT Ubhara Jaya juga merencanakan dokumentasi dan publikasi hasil pendampingan serta pengujian sebagai bahan evaluasi teknis dan referensi pengembangan inovasi.
Melalui kerja sama dengan FK POSYANTEK Kota Bekasi, FT Ubhara Jaya memperluas penerapan keilmuan keteknikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan inovasi yang terukur, layak dikembangkan, serta memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan dan penguatan perekonomian lokal.




