Ubhara Jaya Perkuat Sinergi dengan Kemendukbangga/BKKBN melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

5 November 2026

Jakarta – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian acara GENTING Collaboration Summit 2026 pada Kamis (5/11/2026), bertempat di Hotel Bidakara Jakarta, Jakarta Selatan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., bersama Rektor Ubhara Jaya, Irjen. Pol. (Purn.) Prof. Dr. Drs. Bambang Karsono, S.H., M.M., Ph.D., D.Crim. (HC). Kerja sama ini mengusung tema “Sinergi Tridharma Perguruan Tinggi dalam Mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana.”

Kesepahaman bersama ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya masing-masing melalui kolaborasi yang saling memberikan manfaat. Kerja sama tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap program pembangunan keluarga dan kependudukan yang dijalankan pemerintah.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup advokasi pelaksanaan program dan kegiatan para pihak; peningkatan komunikasi, informasi, edukasi, serta bimbingan teknis yang mendukung implementasi program; penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat; pemanfaatan data dan informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; serta berbagai kegiatan lain yang disepakati berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing pihak.

Melalui ruang lingkup tersebut, Ubhara Jaya memiliki peluang untuk mengintegrasikan kapasitas akademik dan keilmuan lintas fakultas dalam mendukung berbagai program Kemendukbangga/BKKBN. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan sivitas akademika dalam menghasilkan gagasan, penelitian, edukasi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan pembangunan keluarga dan kependudukan.

Penandatanganan MoU ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program yang diinisiasi Kemendukbangga/BKKBN sejak Desember 2024 tersebut merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, BUMN, BUMD, sektor swasta, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Berdasarkan data Kemendukbangga/BKKBN per 15 Oktober 2026, Program GENTING telah menjangkau 1.289.670 Keluarga Risiko Stunting atau mencapai 128,97 persen dari target satu juta keluarga. Capaian tersebut didukung oleh 180.003 Orang Tua Asuh dengan total 2.467.617 bantuan yang mencakup pemenuhan nutrisi, rumah layak huni, jamban sehat, air bersih, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Melalui momentum kerja sama ini, Ubhara Jaya menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesepahaman bersama tersebut berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pelaksanaan teknis kerja sama selanjutnya akan dijabarkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai dengan kebutuhan, tugas, dan fungsi masing-masing institusi.

Kerja sama ini bukan sekadar seremoni penandatanganan MoU, tetapi harus diwujudkan dalam program dan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inilah bentuk implementasi konsep Kampus Berdampak, di mana kehadiran perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga mampu memberikan solusi, menjawab kebutuhan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Ubhara Jaya berharap dapat memperluas jejaring kolaborasi dengan lembaga pemerintah sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah diharapkan menjadi salah satu kekuatan dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas serta generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan bebas stunting.