Ubhara Jaya Bersama Polres Metro Bekasi Kota Bahas Strategi Pencegahan Tawuran Pelajar

Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Fenomena Tawuran Pelajar dan Anak di Bawah Umur”, Ubhara Jaya bersama Polres Metro Bekasi Kota, pemerintah daerah, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan membahas strategi komprehensif dalam mencegah meningkatnya kasus tawuran di wilayah Kota Bekasi. FGD tersebut berlangsung di Ruang Wilmar 103, Grha Tanoto, Kampus II Ubhara Jaya pada Senin, 13 Juli 2026.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pusat Studi Kepolisian Polda Metro Jaya tersebut menjadi wadah kolaboratif untuk merumuskan langkah-langkah preventif dan solutif dalam menangani kenakalan remaja yang kini telah berkembang menjadi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam forum diskusi, dipaparkan bahwa tawuran pelajar tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata. Berbagai faktor seperti lemahnya pengawasan keluarga, krisis identitas remaja, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga penyalahgunaan media sosial menjadi pemicu utama meningkatnya aksi kekerasan yang melibatkan pelajar usia 13-18 tahun. Bahkan, dalam sejumlah kasus ditemukan penggunaan senjata tajam yang meningkatkan risiko jatuhnya korban jiwa.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki perhatian terhadap isu keamanan, hukum, dan pembangunan karakter generasi muda, Ubhara Jaya memberikan pandangan akademis mengenai pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menyelesaikan persoalan tawuran. Penanganan tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan pendidikan karakter, komunikasi keluarga yang efektif, literasi digital, pendampingan psikologis, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan aparat penegak hukum.
Forum juga membahas berbagai strategi penanganan yang meliputi pendekatan pre-emtif, preventif, represif, hingga rehabilitatif. Langkah-langkah tersebut antara lain diwujudkan melalui program Police Goes to School, penyuluhan hukum kepada pelajar, patroli pada jam-jam rawan, razia senjata tajam, patroli siber terhadap ajakan tawuran di media sosial, hingga pendampingan psikologis dan pembinaan bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
Selain itu, peserta FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, seperti pembentukan Satuan Tugas Pencegahan Tawuran di tingkat kecamatan, pembangunan sistem early warning berbasis media sosial, penyusunan basis data pelaku, penguatan kerja sama dengan seluruh sekolah melalui nota kesepahaman, optimalisasi CCTV pada titik rawan, serta peningkatan peran orang tua dalam pengawasan dan pembinaan anak.
Partisipasi Ubhara Jaya dalam forum ini mencerminkan peran aktif perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menghasilkan rekomendasi berbasis kajian ilmiah. Melalui sinergi antara dunia akademik dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan upaya pencegahan tawuran pelajar dapat dilakukan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pembentukan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi. Ke depan, Ubhara Jaya berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program kolaboratif yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan dan masyarakat yang aman, kondusif, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda sebagai aset bangsa.
Kontak Resmi:
Tim Media dan Publikasi
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Call Center Humas: +62 878-4162-4810





