Ubhara Jaya Ikuti Rapat Koordinasi Humas LLDIKTI Wilayah III Tahun 2026

18 June 2026

Bekasi – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Humas LLDIKTI Wilayah III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III di Aula dr. Syafri Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan humas dari berbagai perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III sebagai wadah koordinasi, penguatan jejaring, serta peningkatan kapasitas pengelolaan komunikasi publik di perguruan tinggi. Ubhara Jaya hadir diwakili oleh Yudhistira A. Poetra, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Kepala Biro Humas Ubhara Jaya.

Rakor dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa humas memiliki posisi strategis sebagai wajah dan cerminan sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, kualitas komunikasi yang dibangun oleh humas akan sangat memengaruhi persepsi publik terhadap institusi.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., menyampaikan bahwa humas merupakan pemegang peran penting dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa setiap satuan humas perlu memahami kebutuhan dan harapan publik agar komunikasi yang dibangun dapat berjalan efektif serta memberikan dampak positif bagi institusi.

Selain menjadi ajang silaturahmi antarinsan kehumasan perguruan tinggi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai materi strategis yang relevan dengan tantangan komunikasi di era digital. Salah satu sesi utama membahas Strategi Manajemen Krisis Komunikasi di Era Digital serta Praktik Baik Manajemen Krisis Komunikasi di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Materi pertama disampaikan oleh Dinna Handini, S.Sos., M.I.Kom., Ketua Tim Publikasi dan Dokumentasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya komunikasi dalam manajemen krisis di era digital yang ditandai dengan penyebaran informasi yang sangat cepat. Menurutnya, untuk menjaga reputasi institusi, diperlukan komunikasi yang cepat, akurat, transparan, dan empatik dalam merespons berbagai isu yang berkembang di ruang publik.

Materi berikutnya disampaikan oleh Sofia Hasna, M.A., Kepala Bagian Humas UMJ, yang berbagi pengalaman mengenai praktik penanganan isu dan krisis komunikasi di perguruan tinggi swasta. Ia mengibaratkan isu sebagai api yang sewaktu-waktu dapat berkembang menjadi krisis, sedangkan humas berperan layaknya petugas pemadam kebakaran yang harus selalu siap merespons dan mengendalikan situasi agar tidak berdampak lebih luas terhadap reputasi institusi.

Sementara itu, Emilya Setyaningtyas, M.I.Kom., IAPR, Head of Communication Reputation Department LSPR Institute of Communication and Business, menjelaskan praktik baik pengelolaan krisis komunikasi melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya respons yang cepat dan tepat terhadap berbagai bentuk masukan, kritik, maupun keluhan dari masyarakat dan sivitas akademika. Menurutnya, kemampuan institusi dalam mengelola interaksi dengan publik menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi jangka panjang.

Sebagai bagian dari penguatan kapasitas peserta, Rakor juga menghadirkan sesi Simulasi Respons Krisis dan Diskusi Kelompok. Dalam sesi ini, seluruh peserta diminta menyusun strategi komunikasi krisis berdasarkan dua studi kasus, yaitu terkait isu kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan kampus. Melalui simulasi tersebut, peserta berlatih merancang langkah komunikasi yang cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi situasi krisis yang berpotensi memengaruhi reputasi institusi.

Materi strategis lainnya disampaikan oleh Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemdiktisaintek, dengan tema “Reputasi Berkelanjutan melalui Arah Komunikasi dan Stakeholders Engagement.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa publikasi dan dokumentasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana produksi informasi, tetapi juga merupakan instrumen utama dalam membangun engagement yang secara langsung memengaruhi persepsi, kepercayaan, dan reputasi keberlanjutan suatu institusi.

Ia juga menyoroti pentingnya hubungan yang baik antara perguruan tinggi dan media massa dalam membangun reputasi yang kuat dan berkelanjutan. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah perlunya transformasi peran humas dari sekadar berorientasi pada output atau jumlah publikasi, menuju outcome yang menghasilkan dampak nyata bagi citra dan reputasi institusi.

Pada akhir kegiatan, peserta memperoleh sosialisasi mengenai Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) 2026, ajang penghargaan kehumasan yang diselenggarakan oleh Kemdiktisaintek. Untuk kategori perguruan tinggi swasta, terdapat dua kategori penilaian yang akan diperlombakan, yaitu Laman (Website) serta Media Sosial Instagram dan TikTok.

Keikutsertaan Ubhara Jaya dalam Rakor Humas LLDIKTI Wilayah III Tahun 2026 merupakan bagian dari komitmen universitas untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan komunikasi publik, memperkuat reputasi institusi, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui forum ini, Ubhara Jaya memperoleh wawasan, strategi, dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital yang semakin dinamis. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan publikasi, dokumentasi, pengelolaan media sosial, serta pelayanan informasi yang lebih efektif guna mendukung peningkatan reputasi dan daya saing universitas.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang, Ubhara Jaya berkomitmen untuk menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi yang dimiliki, sekaligus mendukung program-program peningkatan mutu pendidikan tinggi yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui LLDIKTI Wilayah III.