Ubhara Jaya Berbagi Praktik Baik Keprotokolan pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Keprotokolan LLDIKTI Wilayah III

19 June 2026

Tangerang Selatan – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan tata kelola perguruan tinggi dengan menjadi narasumber pada kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Keprotokolan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III Jakarta, Kamis (18/6/2026), di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Tangerang Selatan.

Mengusung tema “Profesionalisme Protokoler: Pilar Pelayanan Prima Perguruan Tinggi”, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia di bidang keprotokolan guna mendukung tata kelola kelembagaan yang profesional serta pelayanan publik yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III, Tri Munarto, menegaskan pentingnya penguatan fungsi keprotokolan di setiap perguruan tinggi seiring terbitnya regulasi terbaru mengenai keprotokolan. Ia juga menyampaikan bahwa buku saku keprotokolan telah disusun sebagai pedoman pelaksanaan tugas protokol yang mengacu pada peraturan menteri terbaru.

Sesi pertama menghadirkan M. Arifin Habibillah, S.Hum., Ketua Tim Kerja Protokol Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang membawakan materi Manajemen Keprotokolan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa keprotokolan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 dan memiliki tujuan penting dalam menjamin ketertiban acara, meningkatkan citra kelembagaan, memberikan penghormatan yang tepat kepada pimpinan, serta mempererat hubungan antarinstansi.

Ia juga menekankan tiga pilar utama keprotokolan, yaitu tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, yang harus didukung oleh nilai-nilai dasar seperti tertib, disiplin, profesional, netral, hormat, dan santun. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan sering kali ditentukan oleh perhatian terhadap detail-detail kecil, sehingga keprotokolan merupakan perpaduan antara pengetahuan (knowledge) dan seni (art).

Materi berikutnya disampaikan oleh Triesni Andriyanti, S.S., Plt. Kepala Subbagian Protokol Kemendikdasmen, yang membahas Tiga Pilar Penyelenggaraan Keprotokolan. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata kelola penempatan pejabat, tata upacara, serta tata penghormatan sesuai ketentuan yang berlaku. Triesni juga memaparkan simulasi penataan tempat duduk pejabat dan tamu kehormatan berdasarkan ketentuan dalam Permendiktisaintek Nomor 8 Tahun 2026.

Pada sesi praktik baik keprotokolan, Wakil Rektor II Ubhara Jaya, Brigjen Pol. (Purn.) Dra. Agnes Supraptiningsih, M.M., berbagi pengalaman mengenai penerapan keprotokolan di lingkungan Ubhara Jaya. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai praktik yang telah diterapkan universitas dalam penyelenggaraan kegiatan resmi, mulai dari penyambutan tamu, pelayanan tamu VIP dan VVIP, pelaksanaan wisuda, pelantikan rektor, penerimaan tamu luar negeri, hingga pelaksanaan upacara rutin setiap tanggal 17 sebagai wujud cinta tanah air dan bela negara.

Salah satu praktik unggulan yang menjadi perhatian peserta adalah layanan pemeriksaan kesehatan bagi tamu undangan yang disediakan Ubhara Jaya. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol sebagai bentuk kepedulian universitas terhadap kenyamanan dan kesehatan para tamu yang hadir dalam setiap kegiatan. Selain itu, ia juga mengagumi komitmen Rektor Ubhara Jaya dalam memastikan pelayanan dan penerimaan tamu berlangsung secara optimal. Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan bagian penting dari fungsi keprotokolan karena mencerminkan citra dan nilai-nilai institusi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi praktik baik dari Syifa Astasia Utari, M.Si., Plt. Kepala Kantor Sekretariat Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang memaparkan sistem keprotokolan di UMJ. Ia menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan wajah institusi yang mencerminkan identitas dan budaya organisasi. UMJ sendiri memiliki berbagai program penguatan keprotokolan, mulai dari penyusunan pedoman, pengelolaan acara, pendampingan pimpinan dan tamu, hingga pembinaan Korps Protokoler Mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai keprotokolan, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai praktik terbaik yang telah diterapkan di berbagai perguruan tinggi. Kehadiran Ubhara Jaya sebagai narasumber menjadi bentuk pengakuan atas pengalaman dan kompetensi universitas dalam mengelola fungsi keprotokolan secara profesional.

Partisipasi Ubhara Jaya dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen universitas untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.